Hujan di Bulan Juli
Hujan turun tanpa aba-aba,
langit menggantungkan keluh yang lama dipendam.
Di luar jendela, pohon-pohon meringkuk,
seperti tahu bahwa rintik tak selalu membawa dingin yang tenang.
Aku duduk dengan secangkir teh,
yang tak lagi hangat sejak kau pergi.
Kau bilang Juli selalu membuatmu rindu,
aku tak bertanya kenapa, karena jawabannya selalu:
“Entah, ada yang tumpah dalam bulan ini.”
Dan kini aku tahu—
yang tumpah bukan hujan,
tapi aku.
Komentar
Posting Komentar