Di Ujung Senja
di ujung senja,
aku duduk sendiri
angin datang, membisikkan
namamu—pelan, nyaris tak terdengar
langit menguning perlahan
dan entah mengapa,
aku mengingat matamu
yang tak pernah menjanjikan apa-apa
tapi selalu membuatku pulang
langkah-langkah kecil di jalan pulang
seperti sisa hujan di jendela
tak ada yang baru, tapi selalu terasa
hangat
dan aku tahu,
meski tak pernah saling memanggil,
kita tetap saling ingat
dalam diam yang sederhana
Komentar
Posting Komentar